The Kite Runner
Tuesday, August 12, 2008

Amir dan Hasan dibesarkan bersama hingga mereka sudah seperti saudara. Amir telah menjadi mata bagi Hasan yang buta huruf, dan Hasan selalu menjadi pelindung dan selalu hadir terdepan untuk membela Amir. Namun seringkali Amir merasa tersaingi karena kasih sayang Babanya terbagi untuk Hasan, yang hanya anak seorang pembantu.

Untuk mraih simpati Baba dan menyenangkan hatinya, sore itu Amir ikut mengejar untuk mendapatkan layangan terakhir. Hasan, pengejar layang-layang yang jitu memenangkan layang-layang untuk Amir. Amir hadir disitu, melihat Hasan mempertaruhkan hidupnya untuk kebahagiaan majikannya, Amir. Saat itu Amir pempunyai pilihan, membiarkan Hasan mengalami pelecehan seksual atau membela Hasan meskipun tidak tahu apa yang akan terjadi adanya.

Amir melilih untuk lari, dan mendapatkan apa yang dia inginkan, layangan biru dan mempersembahakannya untuk Babanya dan menjadi kebanggaan Babanya. Namun hidupnya dihantui perasaan bersalah, bayangan ceceran darah di celana Hasan selalu menjadi mimpi buruk baginya. Tidak ada pilihan lain, dia tidak ingin bertemu dengan Hasan lagi. Hasan diusir dari rumahnya.

Amir melanjutkan hidupnya berdua saja dengan Babanya dan tinggal di Amerika, pergi dari Afghanistan yang dilanda konflik. Amir menyimpan rahasianya rapat-rapat. Puluhan tahun berlalu, namunmimpi buruk itu kembali. Amir bertemu kembali dengan sahabat Babanya. Beliau mengetahui rahasia Amir dan menyayangkan apa yang dilakukan Amir. Rasa bersalah itumuncul kembali saat Amir mengetahui bahwa Hasan adalah saudara tirinya, putra Baba yang lahir dari kesalahan masa lalunya.

Dunia serasa runtuh, dia telah membunuh masa depan saudaranya sendiri. Amir ingin menbus kesalahannya, namun semuanya telah terlambat, Hasan telah tiada. Untuk menebus kesalahannya, dia berusaha mencari Sohrab putra Hasan. Perjuangannya untuk mendapatkan Sohrab tidak mudah, dia harus berhadapan dengan tentara Taliban. Hingga bertemu dengan laki-laki yang sama yang melakukan pelecehan seksual terhadap Hasan dan Sohrab. Amir mempertaruhkan hidupnya membebaskan Sohrab dan untuk menghapus mimpi buruk yang selama ini menghantuinya.

Khalid Hosseini adalah penulis yang luar biasa. Dia menuliskan kisah persahabatan berlatar belakang konflik di Afghanistan yang mampu membuat pembacanya tersihir. Mengharukan dan menguras air mata. Dia menampilkan konflik yang sangat kompleks, pengkhianatan, peperangan, pembantaian, bahkan pelecehan seksual. Khaled Hosseini mampu menyihir pembacabya hingga tidak dapat berhenti membaca hingga akhir cerita.

Oh, hello!
Dum Dee Dum... I am LIA birth on Sunday, 14 february 1988. Study in physics,university of indonesia

loves chatting, browsing, blogging, reading, writing, shopping, singing, sleeping, watching movies, etc



Webmistress
Basically, I am a crazy little monkey and my name is Monkey#1. I am pink in color, pretty smart, too! Wanna know more? Click on the "profile" navigation above. :D

Tagboard



Archives
August 2006
October 2006
December 2006
January 2007
February 2007
June 2007
October 2007
December 2007
February 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009