Monday, July 28, 2008

Festival Wajah Muslim Indonesia

Nuansa Islam Universitas Indoneasia (Salam UI) mengadakan acara, Festival Wajah Muslim Indonesia di Gedung IX, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia pada hari Rabu dan Kamis (23-24 Juli 2008). Yang terdiri rangkaian acara Bazaar, Pertunjukkan Seni Islami seperti Tari Saman, Teater Islami, Nasyid, Rebana dan sebagaisnya. Saya menghadiri rangkaian acara pada Hari Kamis (24/7) dari siang hari, karena pukul 13.00 ada talkshow dengan Ketua MPR RI, Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, Mantan Ketua MPR RI, Bapak Prof. Dr. Amien Rais dan Ahmad Fahrozi Ketua Salam UI dan disiarkan langsung di Radio Republik Indonesia (RRI).

Talkshow ini mengambil tema, Peluang dan Tantangan Islam dalam mewujudkan Indonesia Bermartabat. Acara dimulai dengan dua pembicara saja, karena Prof. Dr. Amien Rais belum Hadir. Acara ini sungguh menarik karena dihadiri mahasiswa dari seluruh Indonesia, seperti pada saat sesi tanya jawab , hadir mahasiswa-mahasiswa dari Kalimantan Timur, Gorontalo, Ambon, Bali, Padang dan sebagainya. Jadi serasa ada di ajang Pemilihan Putri Indonesia rasanya. Hehe…

Bapak Hidayat Nurwahid lebih membahas tentang peluang dan tantangan Islam dalam dunia politik dan kenegaraan serta Indoneasia di kancah Internasional. Sedangkan Saudara Ahmad Fahrozi membahas tentang peluang dan tantangan kita sebagai pemuda dan mahasiswa Muslim untuk mewujudkan Indonesia bermartabat.

Pada sesi tanya jawab, seorang mahasiswi dari UIN Jakarta melontarkan pertanyaan yang sungguh menarik. Dan saya makin terkesan lagi karena Bapak Hidayat Nurwahid menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan memuaskan.

Bagaimana pendapat Bapak tentang sekelompok jamaah yang ingin mewujudkan hukum Indonesia dan segala aspek kehidupan IPOLEKSOSBUD yang berdasarkan syariah Islam?

Kita harus kembali lagi kepada makna syariah Islam itu sendiri. Syariah Islam berarti hukum Islam yang harus diterapkan. Sementara kita harus melihat apakah hal tersebut merujuk ke kemaslahatan umat manusia. Syariah terwujud jika disana ada kemaslahatan umat. Jangan sampai kita melakukan amal ma’ruf nahi munkar dengan melakukan kema’rufan kecil namun menghalangi kema’rufan yang lebih besar. Jangan juga kita melarang kemunkaran namun melancarkan kemunkaran yang lebih besar. Jadi syariah Islam adalah syariah yang dimana disana terwujud kemaslahatan umat manusia.”

Menurut Bapak, apa arti seorang khalifah, apakah khalifah sendiri adalah seorang pemimpin negara seperti presiden atau setiap kita adalah ‘khalifah’?

Benar bahwa setiap manusia adalah khalifah untuk dirinya sendiri, pemimpin untuk dirinya sendiri dan di akhir nanti akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seperti halnya kita sebagai khalifah, presiden adalah seorang khalifah dari suatu negara untuk membawa negaranya ke dalam kesejahteraan yang akan diminta pertanggungjawaban pula atas kepemimpinannya baik di dunia dan di akhirat.”

Menurut Bapak,pendidikan apa yang harus diberikan kepada politisi kita agar berpolitik dengan benar bukan ajang korupsi atau sebagainya?

“Mungkin politisi kita harus kembali membaca buku Ilmu Politik Dasarnya di bangku kuliah”, Ketua MPR kita sedikit bergurau.

Begitulah talkshow ini berlangsung hangat dan interaktif. Namun sayangnya sampai akhir acara Prof.Dr. Amin Rais tidak juga datang. Sedikit kecewa memang, namun tentunya ini di luar kekuasaan panitia. Penerbangan Bapak Amien Rais delay hingga tidak bisa hadir di tempat. Mungkin di lain waktu Bapak Amien Rais dapat hadir di kampus kita tercinta ini lain waktu.

No comments: